Jatinangor, 30 Juli 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya proses seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dilaksanakan secara objektif dan berlandaskan meritokrasi. Menurutnya, proses penerimaan praja harus mampu menjaring putra-putri terbaik bangsa tanpa membedakan latar belakang keluarga.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (29/7/2026).
Prabowo menekankan bahwa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia terbaik untuk mengisi posisi dalam pemerintahan. Oleh karena itu, proses seleksi calon praja harus dilakukan secara benar dan memberikan kesempatan yang adil bagi setiap putra-putri Indonesia yang memiliki kemampuan dan potensi.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap berbagai bentuk kecurangan dalam proses seleksi IPDN, termasuk praktik percaloan dan transaksi dalam penerimaan calon praja.
Tito menegaskan bahwa proses rekrutmen yang dilakukan secara benar menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kualitas organisasi pemerintahan. Karena itu, ia menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pembayaran atau bentuk kecurangan lainnya dalam proses seleksi.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan pemerintah untuk terus menjaga kualitas dan integritas proses penerimaan praja IPDN sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang profesional untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah.
Sumber: detikEdu, Prabowo Minta Seleksi IPDN Pilih Putra-Putri Terbaik, 30 Juli 2026.
Dokumentasi: ANTARA FOTO/Bayu Pratama.