Pengajaran
PENGAJARAN
Pendidikan kepamongprajaan memiliki ciri khas yang membedakannya dari program pendidikan lainnya. Hal ini tercermin dari relevansi yang sangat kuat antara visi keilmuan Program Studi Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik, Visi Fakultas Perlindungan Masyarakat (FPM), Visi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta Visi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Program Studi ini dirancang untuk menghasilkan lulusan Pamong Praja Muda yang tidak hanya kompeten melainkan juga memiliki karakter yang kuat, sesuai dengan tujuan Kemendagri dan IPDN dalam mewujudkan pemerintahan daerah yang berkualitas. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah JARLATSUH, yang mengombinasikan proses Pengajaran, Pelatihan, dan Pengasuhan untuk menghasilkan pamong praja yang unggul baik secara intelektual, moral, maupun keterampilan praktis. Pendekatan ini jarang ditemukan di perguruan tinggi lain, menjadikan program studi vokasi ini sangat khas dan bersifat khusus.
Pelaksanaan pendidikan di program studi Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik (MKKP) didukung oleh beberapa faktor utama. Pertama, statusnya sebagai program studi perintis di IPDN. Kedua, kurikulum yang telah disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Ketiga, dosen tetap program studi yang memiliki kualifikasi pendidikan yang sesuai serta komitmen kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Keempat, adanya perhatian yang serius terhadap pengembangan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, didukung oleh pendanaan yang berkelanjutan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Dalam proses pembelajaran, Program Studi MKKP memadupadankan beberapa metode pembelajaran guna mengantarkan peserta didiknya memenuhi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Memiliki orientasi yang jelas, kombinasi beberapa metode pembelajaran, seperti ceramah, praktik, diskusi, tanya jawab, dan pemecahan masalah (problem solving) berpijak pada prinsip-prinsip berikut:
- Interaktif: Menyediakan komunikasi dua arah antara pengajar dan mahasiswa.
- Holistik: Menyajikan cara pandang pada seluruh aspek secara menyeluruh dan utuh.
- Integratif: Menanamkan nilai-nilai yang mendukung pencapaian tujuan bersama.
- Saintifik: Menggunakan pendekatan ilmiah dalam model kegiatan belajar mengajar.
- Kontekstual: Mengaitkan pembelajaran dengan kejadian yang relevan dalam situasi faktual.
- Tematik: Menggunakan tema-tema tertentu dalam proses pembelajaran.
- Efektif: Menekankan pada pencapaian hasil yang tepat dan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
- Kolaboratif: Mendorong kemampuan peserta didik untuk bekerja sama dalam tim.
- Berpusat pada mahasiswa (student-centered learning): Berfokus pada kebutuhan dan mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam proses belajar.